KAMIS, 10-02-2011
Imigrasi: Pemain Asing LPI Langgar Izin
JAKARTA--Status pemain asing di Liga Primer Indonesia (LPI) dipermasalahkan karena mereka diduga melanggar izin keimigrasian. Namun pihak LPI menilai hal itu merupakan upaya pengalihan isu yang dilakukan PSSI.
Dalam diskusi bertajuk "Pemain Asing dan Dampaknya Bagi Olahraga Profesional di Indonesia" yang berlangsung di Jakarta, Selasa (8/2), sempat disinggung soal kehadiran para legiun asing di LPI. Para pemain impor tersebut disinyalir melakukan pelanggaran keimigrasian.
"Kalau data pastinya saya belum tahu. Tapi kalau dari PSSI menyatakan tidak pernah memberikan rekomendasi, maka tidak mungkin keluar KITAS-nya. Sebab KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dikeluarkan apabila tenaga kerja asing sudah mengurus izin di Kemenakertrans," terang Kasubdit Dokumentasi Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian Ditjen Imigrasi, Drs Amirullah MM.
"Khusus untuk pemain atau pelatih sepak bola profesional, jika dari kemenakertransnya harus mendapat rekomendasi PSSI, sementara PSSI tidak pernah merekomendasi pemain asing tersebut, maka dipastikan mereka melakukan pelanggaran. Bukan ilegal, tapi melakukan pelanggaran keimigrasian," tutur Amirullah.
Amirullah menduga para pemain asing di LPI masih menggunakan visa perjalanan atau visa turis.
"Jika benar mereka melakukan pelanggaran visa tersebut, maka kemungkinan bisa ditangkap dan dideportasi. Tapi biasanya akan diberi waktu bagi mereka untuk mengurus KITAS-nya," imbuhnya.
Diskusi yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengawas Olahraga Nasional (LPON) tersebut juga melibatkan pembicara dari pihak Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), kepolisian, dan dirjen pajak kementerian keuangan. Selain puluhan wartawan dan praktisi olahraga, diskusi ini juga dihadiri wakil dari PSSI, yakni Direktur Hukum dan Peraturan PSSI Max Boboy.
Sementara pihak LPI sendiri menegaskan bahwa seluruh pemain asing, juga pelatih asing, di LPI sudah bekerja sesuai prosedur yang benar.
"Sudah boleh bermain. Mereka dapat izin kerja dari Kemenaker dan imigrasi," ujar juru bicara LPI, Abi Hasantoso.
"Tidak mungkin LPI melanggar aturan hukum di Indonesia. Karena kita bekerja berlandaskan hukum," tambah Abi.
"Pemain asing LPI legal dan tidak melanggar hukum. Semua yang kita jalankan diketahui BOPI dan imigrasi. Jadi kita sudah mengajukan semua pemain dan pelatih asing kita ke Kemenaker."
Abi menduga munculnya wacana untuk mendeportasi pemain asing di LPI merupakan upaya pengalihan isu yang dilakukan oleh PSSI. Menurutnya, saat ini PSSI tengah menghadapi dua isu besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar